Katanya engkau sedang berbahagia hati
Seperti pagi ini kulihat dari pinggir sungai
Masih dipinggir sungai yang sama
Beberapa waktu yang lalu juga kulihat seseorang sedang membuang secarik duga
Nama besar, sekarung amal baik dan segulung gelar
Kehormatanku pada sungai berlumpur
Yang mengalir deras menuju laut, membaur
Hancur
Mungkin sekarang semuanya itu sudah menjadi air madu
Bukannya jadi buih dalam deburan ombak samudera biru
Ungu warna hatimu
Menyibak secuil rahasia-Nya
Satu-satunya hal yang tersisa darinya hanya frasa
Cerita panjang lebar dalam kepala
Mengukir bersama jejak-jejak bisikan-Nya
Tak bermakna, lepas nun lekat
Ia
Yang lambat laun juga akan larut dalam guyuran hujan lebat
Hebat
Kita harusnya kuat
Dari kisah yang sama-sama kita pahat
Memanjat kisah di sudut waktu
Beberapa waktu yang lalu juga kulihat seseorang sedang membuang secarik duga
Nama besar, sekarung amal baik dan segulung gelar
Kehormatanku pada sungai berlumpur
Yang mengalir deras menuju laut, membaur
Hancur
Mungkin sekarang semuanya itu sudah menjadi air madu
Bukannya jadi buih dalam deburan ombak samudera biru
Ungu warna hatimu
Menyibak secuil rahasia-Nya
Satu-satunya hal yang tersisa darinya hanya frasa
Cerita panjang lebar dalam kepala
Mengukir bersama jejak-jejak bisikan-Nya
Tak bermakna, lepas nun lekat
Ia
Yang lambat laun juga akan larut dalam guyuran hujan lebat
Hebat
Kita harusnya kuat
Dari kisah yang sama-sama kita pahat
Memanjat kisah di sudut waktu
Seperti katamu dalam keluhmu
Begitu pun kesahku
Ya.. Kita yang sama-sama merindu
Mau kubunuh saja kamu
Dan matilah juga diriku
Biar bertemu
Ya.. Kita yang sama-sama merindu
Mau kubunuh saja kamu
Dan matilah juga diriku
Biar bertemu
No comments:
Post a Comment
Please give your comments here: