Monday, December 03, 2018

Generasi Millennial dan Generasi Internet Salah Paham Sejarah?

Apa itu generasi? Apa itu generasi Millennial? Apa pula itu Generasi Internet?

Sejak munculnya Teori Generasi (Generation Theory), kita diperkenalkan pada istilah generasi X, Y, dan Z. Singkatnya, itu adalah istilah-istilah untuk mengklasifikasikan generasi berdasarkan era-nya atau tahun lahirnya. Segala sesuatu terutama yang berhubungan dengan pekerjaan sering dikaitkan dengan ciri-ciri dari generasi-generasi tersebut. Lalu apa hubungannya dan kenapa dikatakan sebagian generasi salah paham sejarah? Mari sama-sama kita pahami kedua hal ini (generasi dan sejarah) terlebih dahulu.
Ilustrasi Generasi Millennial.
Picture credit: Marketeers
Pembagian Generasi Menurut Generation Theory

(1) Generasi Baby Boomers (lahir tahun 1946 – 1964)
Generasi yang lahir setelah Perang Dunia II ini memiliki banyak saudara, akibat dari banyaknya pasangan yang berani untuk mempunyai banyak keturunan. Generasi yang adaptif, mudah menerima dan menyesuaikan diri. Dianggap sebagai orang lama yang mempunyai pengalaman hidup.

(2) Generasi X (lahir tahun 1965-1980)
Tahun-tahun ketika generasi ini lahir merupakan awal dari penggunaan PC (personal computer), video games, tv kabel, dan internet. Penyimpanan datanya pun menggunakan floopy disk atau disket. MTV dan video games sangat digemari masa ini. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Jane Deverson, sebagian dari generasi ini memiliki tingkah laku negatif seperti tidak hormat pada orang tua, mulai mengenal musik punk, dan mencoba menggunakan ganja.

(3) Generasi Y (lahir tahun 1981-1994)
Dikenal dengan sebutan generasi millennial atau millennium. Ungkapan generasi Y mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, instant messaging dan media sosial seperti Facebook dan Twitter. Mereka juga suka main permainan online (online games).

(4) Generasi Z (lahir tahun 1995-2010)
Disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet atau update status menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik di Spotify (atau sejenisnya) menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal dan terbiasa dengan teknologi dan akrab dengan gawai (gadget) canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian dan kehidupan sosial mereka.

(5) Generasi Alpha (lahir tahun 2011-2025)
Generasi yang lahir sesudah generasi Z, lahir dari generasi X akhir dan Y. Generasi yang sangat terdidik karena masuk sekolah lebih awal dan banyak belajar, rata-rata memiliki orang tua yang kaya dengan sedikit sekali bersosialisasi dengan dunia luar di kehidupan nyata.

Itu adalah teori tentang generasi. Kemudian apakah generasi micin yang sering disebut di medsos? Apakah bisa dimasukkan dalam teori generasi? Bisa sih, kan enggak melanggar hukum, namanya juga konsep atau teori. Kita bisa mengatakan generasi micin adalah generasi dimana teknologi komunikasi kian mutakhir dan arus infomasi begitu luas tak berbatas, ruang antara manusia semakin hilang, dan sumber informasi atau data semakin kabur serta arah dan tujuan yang makin simpang siur; sehingga mengakibatkan manusia pendek berfikir, ingin segala sesuatu yang serba instan, hedonis dan mau terlihat lebih secara materi serta kurangnya manusia yang saling peka satu sama lain. Hal ini disebabkan karena kurangnya kontrol diri manusia terhadap informasi dan teknologi yang semakin tak terbendung.

Mengenai Sejarah

Sejarah (artinya “mengusut, pengetahuan yang diperoleh melalui penelitian); bahasa Arab: ﺗﺎﺭﻳﺦ, tarikh; bahasa Jerman: geschichte) adalah kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia. Dalam bahasa Indonesia sejarah babad, hikayat, riwayat, tarikh, atau tambo dapat diartikan sebagai kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal usul (keturunan) silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Ini adalah istilah umum yang berhubungan dengan peristiwa masa lalu serta penemuan, koleksi, organisasi, dan penyajian informasi mengenai peristiwa ini.

Menurut beberapa sumber, sejarah memiliki pengertian:
(1) J.V. Bryce mengatakan bahwa sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
(2) W.H. Walsh berpendapat bahwa sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia pada masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.

Apa Hubungan Sejarah dengan Informasi?

Apakah sejarah berhubungan dengan informasi? Apakah informasi itu? Mengapa sejarah memiliki hubungan dengan informasi? Menurut Raymond McLeod, pengertian informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau di masa mendatang. Sejarah erat kaitannya dengan informasi karena rangkaian peristiwa sejarah dapat dijadikan sebagai bahan pengetahuan, teladan, hingga berkembangnya pemikiran yang sering dijadikan “pijakan” manusia.

Contoh sederhana hubungan sejarah dengan informasi adalah, pada tahun 2018 Mas Imam ingin mendaftar CPNS dengan harapan ia menjadi PNS dan mendapat tunjangan yang banyak dari pemerintah. Kemudian ia bertanya kepada kakaknya yang sudah bekerja sebagai PNS di sebuah dinas pemerintah. “Mas, dulu daftar CPNS mudah, gak ya?” Dalam diskusi antara kakak beradik ini terjadi tukar menukar informasi yang masih berhubungan dengan (perkembangan dalam) sejarah itu tadi.

Generasi Salah Paham Sejarah?

Dalam mempelajari sejarah atau informasi, terdapat banyak perubahan. Jika pada zaman dahulu saat “kita” masih sekolah ingin menekuni suatu ilmu atau pengetahuan, kita diwajibkan guru kita pergi ke perpustakaan untuk mencari buku atau bahkan kitab yang relevan. Contoh, kita ingin mengetahui tentang kerajaan majapahit, guru kita mengajarkan untuk membuat makalah yang sumbernya dari buku yang relevan. Terus apa yang terjadi sekarang? Kita bisa dengan mudah “berselancar” di internet lalu memperoleh informasi yang seringkali tidak dapat dipertanggungjawabkan dan dijelaskan secara akurat apakah data itu hoaxvalid atau hanya cari sensasi saja. Maka dari itu banyak sekali kasus salah paham sejarah atau informasi. Setidaknya generasi salah paham sejarah/informasi disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

(1) Informasi yang menjamur karena teknologi yang semakin maju dan digunakan untuk kepentingan tertentu.

(2) Konsep pencarian pengetahuan atau informasi yang kurang terkoordinir. Pada jaman terdahulu, ilmu ditulis oleh orang-orang yang ahli dan mumpuni pada bidangnya dalam bentuk buku/kitab. Sedangkan jaman sekarang, seseorang menulis / menjadi penulis karena tuntutan; seperti kenaikan jabatan dan sejenisnya.

(3) Banyak informasi yang ditulis oleh orang yang tidak begitu “fasih” dalam suatu ranah ilmu sehingga banyak plagiasi. Contoh sederhana: seorang A adalah seniman dan desainer grafis, harusnya ia menulis tentang segala macam tentang kesenian dan / atau desain grafis, tetapi si A malah menulis kitab perbandingan 100 mazhab. Ini adalah suatu hal yang bisa menjadi permasalahan besar bagi umat manusia, karena bisa menjerumuskan manusia itu sendiri.

(4) jika pada masa dahulu orang berkarya untuk kebermanfaatan, orang jaman now berkarya karena tuntutan, seperti ingin jadi PNS, ingin jadi caleg, atau karena dia sudah jadi PNS dituntut menulis sebuah buku tapi ia tidak menguasai ilmu tersebut.

Informasi & Hoax

Seringkali kita melihat dan mungkin “termakan” hoax dan berita-berita booming dan viral, yang dikemas sedemikian rupa -tapi sayangnya ngasal yang isi dan sumber informasinya tidak reliable dan (kebanyakan) tidak bisa dipertanggungjawabkan atau bahkan malah bukan berasal dari media yang kredibel.

Terus apa yang harus kita lakukan dalam mengolah atau mendapat informasi yang valid?

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari fakta, informasi dan referensi tambahan pendukung. Cari sumber lain yang memuat berita (informasi) yang senada, sehingga akan mudah terlibat apakah hal tersebut benar kenyataannya atau hanya sekedar sensasi para pembuat berita belaka. 

Hal yang kedua adalah mengupas data, karena data sebagai sarana pendukung dalam menentukan apakah informasi tersebut akurat, bermanfaat atau hanya sekedar iseng saja membuat informasi. Ada banyak cara menyajikan sejarah atau informasi. Pertama adalah dengan cara menuliskan dalam bentuk literasi seperti buku. Kedua adalah dalam bentuk visual, seperti fotografi, infografik hingga animasi.

Apakah mengetahui informasi ada manfaatnya bagi kita? Ya tergantung. Bukan masalah kita mendapat banyak informasi, tapi ialah tentang bagaimana kita mengolah dan menggunakan informasi itu menjadi hal yang bermanfaat.

Disadur dengan berbagai sumber dan penyesuaian seperlunya dari tulisan berjudul “Generasi Salah Paham Sejarah” oleh Ari Tri Winarno, penulis buku “Sekolah Membunuhmu” di situs Graha Sedekah (grahasedekah.ilmifoundation.or.id) dan posting-an beliau di Facebook.

Thursday, December 28, 2017

Sekilas Tentang Pergeseran Jaman dan Bagaimana Harusnya Bersyukur

Dulu (jaman saya masih SD sampai menjelang masuk SMP), era awal tahun 2000-an; kala mahu tahu atau belajar apa saja, kita mesti beli buku atau minjam di perpustakaan sekolah. Artinya mesti punya duit atau harus capek karena beban di dalam tas sekolah bertambah. Padahal, jaman sekolah, duit sangat terbatas. Kadang ada duit, tapi buku yang mau dibaca belum didistribusikan ke daerah tempat tinggal atau mesti beli di lain kota bahkan hanya ada di luar negeri. Maklum, anak kampung. Itu pengalaman pribadi saya.

Mengenai Ungkapan “Tuntutlah Ilmu Sejak dari Buaian Hingga Liang Lahat

Picture credit: HubPages
Jaman sekarang ini, sumber pengetahuan dibuka lebar. Alam mulai membuka rahasianya, semua terbuka bagi seluruh level keawasan mata. Informasi juga lewat di mana-mana; mengapung bersama udara, tinggal tangkap saja.

Selain itu, Google (dan search engine lainnya) menyediakan informasi apa pun yang ingin kita tahu. Tinggal masukkan query apa saja yang kita mahu tahu, klik 'search', voila! Apa pun ada. Definisi dan ringkasan data hampir segala hal, sekecil dan sebesar apapun ada di WikipediaYouTube juga menyediakan tutorial agar Anda bisa menguasai dan mempraktikkan keahlian apa pun yang diinginkan; dari mulai belajar masak, seduh kopi, menyelesaikan rumus matematika, jurus silat, teknik main gitar, APAPUN yang ingin kita bisa dan mampu. Anda mahu baca buku-buku klasik dan berkelas dari seluruh dunia? Gratis! Semua ada di Project Gutenberg.


Belum lagi FacebookTwitterInstagram, Pinterest dan media sosial lainnya. Makanya surat kabar banyak yang bangkrut atau nyaris gulung tikar dan malah ikut serta beralih ke dunia maya. Semoga berkat dilimpahkan pada the fathers of the InternetVinton Cerf dan Bob Kahn, serta orang-orang yang membuat dunia nirkabel menjadi seperti yang kita nikmati hari ini Sergey BrinMark Zuckerberg dan Dick Costolo et.al.

Jadi, dengan terbukanya banyak pengetahuan dan rahasia alam saat ini, sungguh goblok-nya tak terperi jika kita masih ribet dengan soal haram-haraman ucapan selamat, potongan jilbab mana yang paling syar'i, siapa "anak Tuhan" dan siapa yang bukan. Seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa ini habis dengan képo terhadap moralitas dan etika bahkan agama orang lain. Sungguh memalukan dan secara prinsip sangatlah delusional. Menyedihkan dan sangat menyebalkan, bukan? 
Gak heran negara ini jadi negara paling hipokrit: negara paling agamais (mohon maaf untuk umat Muslim yang notabene mayoritas) namun sekaligus paling korup dan paling rendah nilai sistem pendidikannya. Singkatnya, kebanyakan dari kita masih munafik. (!)

Generasi Millennial dan Generasi Internet Salah Paham Sejarah?

Setiap Muslim Wajib Mempelajari Agama


Tidakkah engkau ingat, wahai pemuda-pemudi negeri?!!!
Bangun lah jiwanya!
Bangun lah badannya! 
Bangun! Kerja!

***

Disadur dengan perubahan seperlunya dari posting-an kang Hendra Hendarin di Facebook.

Saturday, July 22, 2017

SINIS: Ambigram, Palindrom dan Anjing


/si·nis/ a1bersifat mengejek atau memandang rendah; 2 tidak melihat suatu kebaikan apa pun dan meragukan sifat baik yang ada pada sesuatu;

Melihat kata sinis, dengan mudah kita akan tahu bahwa sinis adalah ambigram dan palindrom.

Tapi mengapa sinis adalah anjing?


Sinis, dalam bahasa Inggris adalah cynical. Cynical dibetuk dari kata cynic dan suffix al.

Cynic berasal dari kata Yunani Kuno κυνικός (kunikós), dari portico di Athena Kunósarges yang merupakan rumah dari salah satu mazhab filsafat waktu itu.
Penganut mazhab itu mengutamakan kemiskinan dan moralitas pribadi untuk mendapat kebahagiaan. Orang-orang menyebut mereka κύων (kúōn) yang berarti anjing, dan mazhab itu disebut mazhab Sinisme.
Kunósarges kemudian diinterpretasikan sebagai turunan dari kata κύων sebagai cibiran untuk kelompok itu yang mempunyai sifat agresif dan kasar.

Monday, October 24, 2016

"Hey, what are you doing here?" Pertanyaan itu langsung terlontar padaku begitu saja saat saya 'tanpa sengaja' berpapasan dengan beliau di depan pintu sebuah ruangan. Saya kikuk. "Morning, sir," sapaku seraya menyalami beliau. Ia tampak semacam terperangah heran. "You're not supposed to be here anymore, are you?" lanjutnya sambil menyerngitkan keningnya. Ia kemudian tersenyum. Hangat, namun tak se-menyenangkan senyum-senyumnya sebelumnya. Seakan sebuah senyum yang mengejekku. Sudah lama sekali rasanya tidak berjumpa dengan beliau. Saya pun tak begitu ingat kapan terakhir kali melihat senyum pria yang kerap kali mengajakku berbincang ringan pada tiap kesempatan bertemu dengannya ini.

Saya diam saja, memandang wajah teduh itu. Senyum kecut pun terlukis di wajahku. Menangkap ekspresi dan raut kebingungan di mukanya itu, saya semakin salah tingkah. Ia lalu menatapku dalam-dalam, mencari tahu. Seakan saya begitu bertanggung jawab atas pertanyaannya yang bertubi-tubi itu. "Well.. I'm just left behind, I guess," jawabku seenaknya sambil menggaruk kepala bagian belakang yang sebenarnya tidak gatal. Entah. Seolah hanya beberapa kata itu yang bisa saya katakan. Ia menarik lengan kiri kemejanya, terlihat arloji disana. Ia dengan sigap mengangkat jari telunjuknya agak ke atas, tapi tidak sepenuhnya vertikal, mengarah padaku, lalu merentangkan semua jarinya. Saya pun mengangguk, siap menunggu.

Pria itu berbalik, kembali masuk ke ruangan. Setelah menyampaikan beberapa kata pada orang-orang di dalam sana, tak lama kemudian ia pun keluar. Banyak mahasiswa di belakangnya, juga keluar dari ruang kuliah itu. Sedikit suara riuh di antara mereka. Iya, tepat pukul sembilan lewat tiga puluh menit. Menandakan berakhirnya jam kuliah dari pria ini. Ia baru saja memberi semacam soal latihan. Tanpa ragu beliau meraih bahuku, merangkul dan menuntun untuk mengiikutinya. Kami pun berjalan beriringan dengan semua orang disana, menyusuri lorong yang sangat familiar bagi kami, menjauhi pintu. Sesekali saya menimpali sapaan beberapa dari adik kelasku itu.

"Your friends have already left this university." Ia membuka perbincangan serius. Saya tahu benar apa maksudnya. "I know you're a smart student. It's impossible to see that you are still here." Ia menarik nafas dalam-dalam. Don't waste your time doing the other things, my boy. Focus!" Saya tertegun sejenak. Langkah kami pun terhenti. Ia melepaskan tangannya dari bahuku. "Tell me about your research progress. Anything wrong? I'm still actually wondering what happened to you." Terdengar kata terakhir -you- itu begitu ditekankannya. Kembali saya tersenyum. Ada rasa bersalah dan malu juga sebenarnya.

Thursday, March 12, 2015

Ambigram

Ambigram adalah sebuah kata, frasa atau simbol yang mengandung elemen-elemen tertentu yang ketika dilihat atau diinterprestasikan dari arah berbeda atau dari perspektif tertentu ataupun dari orientasi tertentu akan memiliki bentuk atau susunan yang sama.

An ambigram is a word, art form or other symbolic representation whose elements retain meaning when viewed or interpreted from a different directionperspective, or orientation.
Douglas R. Hofstadter describes an ambigram as a "calligraphic design that manages to squeeze two different readings into the selfsame set of curves." Different ambigram artists (sometimes called ambigramists) may create completely different ambigrams from the same word or words, differing in both style and form.

Sumber: Wikipedia

Wednesday, November 26, 2014

VAMPIRE'S LOVE LYRICS

VAMPIRE'S LOVE by VAMPS

Lyricist:HYDE
Composer:HYDE

VAMPIRE'S LOVE by VAMPS (picture credit: Furahasekai)


The dazzling smile was just beyond my reach
How sweet and innocent you were
If I could cross my night into the sun

All my words to you, I still wonder what I'd say

Stray dream of you lit the chain of stars to find the way
In the darkest night of my lost and frozen heart
Long ago...

Even if things don't change...uh...
So the shadow's dark won't cloud your clear skies

I watched over you, hidden in the dark from you

Stray dream of you lights the chain of stars to find the way
In the darkest night of my lost and frozen heart
Even now... Even now...

More than the world and more than life to me you're so dear
You won't be hurt

My words to you, gently whispered through the windowpane
They just fade away from my cold lips - 'I love you'

Stray dream of you lights the chain of stars to find the way
In the darkest night of my lost and frozen heart
Even now...Even now...
Even now...

Source: Mojim


Saturday, September 13, 2014

Dust It Off


Burning papers into ashes, what a season
How they fly high from the ground up
There is yet another fountain
Flowing over, as the night falls
Keep dreaming away

If you hold on to that past
Don't you lock yourself inside
Nothing has been done before
It’s the most virgin dress you could possibly wear
Mess it up
Time is up

Hold your memory for a moment, with a blind hand
Write some stories for tomorrow
From the bottle of amnesia
Find instructions, to salvation
To oblivion supreme

Don’t be tempted to look back
It has all happened before
Someday miraculous spread
Will forgive every cowardly thing that you've done
That I've done
Dust it off
(That you've done)
(That we've done)

Song Title: Dust It Off
Singer: The Dø
Songwriters: DAN LEVY / Olivia Bouyssou-Merilahti

Dust It Off lyrics © BMG Rights Management (France) S.A.R.L., BMG Rights Management (France) S A R L, Siamese Squids Limited

Sources: Musixmatch and Genius

Thursday, September 11, 2014

Tentang Berbesar Hati

Kisah kita mungkin telah usai
Dari beribu cerita yang terangkai
Dari langkah dan jejak yang kian membatu
Terukir usang di dinding anyaman waktu

Bilakah kita tuntut waktu ‘tuk kembali berulang
Kembali menyetubuhi segenap nostalgia lengang
Dibalut simpul-simpul kenang
Di sisi perpustakaan di suatu petang
Ah, tapi bagiku itu pantang

Pantai Kasih t’lah menghempaskan angin penyesalan ke wajahku
Tak pelak wajahmu t’lah membiru dalam ingatanku
Menuntut kesempurnaan dalam harapan semu

Sekarang tinggal babak kosong dari cerita bohong
Kemunafikanmu kah?
Atau kah saya yang tak bisa menerima bilik-bilik kemanusiaan-mu?
Rasa sakit, patah hati, terluka, terabaikan, tercampakkan
Itu yang padaku sering kamu kisahkan

Sesaat diredamkannya amarahku
Dan retorika tentang air mata serta rindu
Telah menjadi sembilu seribu bisa dari bisumu itu..
Sekarat rasaku oleh diammu

Kini lelaki itu dimana?
Ah, memangnya saya siapa?

***
Duhai kau rembulan biruku
Gadis berkerudung ungu
Masa lalu tetap kan berlalu
Diri dan namamu abadi jadi rekanku
Kini izinkanlah kawanmu ini melangkah, diayu
Menyongsong bunga baru
Selembut kasihnya nun menggebu
Relakanlah, diayu
Entahkah kami jadi abu
Atau jalanan desa nan berdebu
Kami menghiba restu
Dengan kisah kita nan gagal menyatu
Ingatkah kamu? 
Cerlang pikirmu hanyalah satu 
Dari sekian alasan saya mengagumimu 
Perpustakaan dan buku-buku
Coretan kita di bangku-bangku
Kampus dan rindangnya pepohonan sore itu
Diriku yang tak banyak bicara; kaku
Nakalnya seekor ulat bulu
Serta gelak tawa renyahmu
Ya, rona petang itu
Kan terkenang selalu


Picture credit: UPT Perpustakaan Universitas Bengkulu


Sunday, August 24, 2014

Kah Kau Bahagia? Ada Rindu

Kudengar kabar dari burung kolibri
Katanya engkau sedang berbahagia hati

Tidak ada yang lebih membahagiakan dari hal ini
Mendengar dan melihat orang yang ingin kubahagiakan, berbahagia
Seperti pagi ini kulihat dari pinggir sungai
Ribuan kupu-kupu beterbangan dengan bebas dan lepas
Ramai
Dari dalam hutan membumbung ke langit biru nan damai
Begitu juga semua yang ada di dalam diriku
Nun di lubuk hati
Sudah kulepaskan dan kubiarkan terbang dalam hamparan kemungkinanNya
Yang tak terbatas, hempas, luas
Masih dipinggir sungai yang sama
Beberapa waktu yang lalu juga kulihat seseorang sedang membuang secarik duga
Nama besar, sekarung amal baik dan segulung gelar
Kehormatanku pada sungai berlumpur
Yang mengalir deras menuju laut, membaur
Hancur
Mungkin sekarang semuanya itu sudah menjadi air madu
Bukannya jadi buih dalam deburan ombak samudera biru
Ungu warna hatimu
Menyibak secuil rahasia-Nya
Satu-satunya hal yang tersisa darinya hanya frasa
Cerita panjang lebar dalam kepala
Mengukir bersama jejak-jejak bisikan-Nya
Tak bermakna, lepas nun lekat
Ia
Yang lambat laun juga akan larut dalam guyuran hujan lebat
Hebat
Kita harusnya kuat
Dari kisah yang sama-sama kita pahat
Memanjat kisah di sudut waktu
Seperti katamu dalam keluhmu
Begitu pun kesahku
Ya.. Kita yang sama-sama merindu
Mau kubunuh saja kamu
Dan matilah juga diriku
Biar bertemu

Wednesday, July 30, 2014

Sister Rust


Sister Rust
Where are you now?
I met you over Rocky Mountains
Feeling blue
Waiting for a last frame to walk through
All together
But when you closed your eyes
It was then I realized
You were so far away
There was nothing I could do
To stop you feeling blue
Anyway
Sister Rust
I need you now
Cause I've got a feeling
It's you and me again
Waiting for the credits to end
Now and forever
With something in our hearts
That if we were to stop
Would pull us away
There's nothing we can do
To stop feeling this blue
Anyway

Sister Rust lyrics © BMG Rights Management
Artist: Damon Albarn
Released: 2014
Songwriter(s): Damon Albarn

“SISTER RUST” TRACK INFO

Produced By: Electric Wave Bureau
Written By: Damon Albarn
Release Date: July 24, 2014
Mixing: Stephen Sedgwick
Mastered by: Kevin Metcalfe
Recorder By: Stephen Sedgwick
Sample: Éric Serra
Vocals: Damon Albarn
Recorded At: Studio 13

Sources: Apple Music, Google, lyricfind and GENIUS